Breaking News

Kamis, 08 Juni 2017

Pengelolaan Sampah Dari Truk ke Pembuangan Sampah Sementara

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah dimulai dari daerah perumahan yang diawali dari sampah yang diangkut dari rumah-rumah dengan truk ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS).  Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) menurut UU No 18 Tahun 2008 merupakan tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendaurulangan , pengelolaan, dan atau tempat pengelolaan sampah terpadu, pada TPS hanya sekedar penampungan dan tidak ada tindakan apapun disitu.  Penanganan sampah seperti di atas banyak di lakukan di berbagai darerah di indonesa, kita ambil contoh di daerah depok khususnya kawasan Margonda Raya. Seperti yang kita ketahui kawasan margonda raya adalah kawasan yang sangat ramai, pasalnya kawasan ini merupakan kawasan yang ramai karena banyak nya perguruan tinggi yang membuat akan banyak mahasiswa yang tinggal di daerah sekitar margonda raya. Bertambahnya penduduk di daerah margonda akan membuat berbagai dampak buruk, salah satunya adalah banyak nya sampah yang dihasilkan. Penumpukkan sampah yang terjadi bila tidak ditanggulangi akan sangat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar,  oleh karena itu di sampah sampah yang dihasilkan dari rumah penduduk dan masyarakat sekitar akan di kumpulkan di tempat pembuangan samah sementara, pengangkutan sampah sampah ini dilakukan setiap satu minggu sekali dari rumah-rumah masyarakat menggunakan truk sampah. Untuk pembuangan sampah di Jalan Margonda Raya gang salak pengumpulan sampah di lakukan di pinggir jalan gang salak. Berikut adalah video tentang lokasi dan keadaan tempat pembuangan sampah sementara yang berada di sekitar Jalan Margonda Raya. 

Read more ...

Jumat, 28 April 2017

Perbaikan Lingkungan Udara dari Dampak Perkembangan Penduduk

BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang         
            Manusia sebagai makluk hidup membutuhkan oksigen untuk kehidupanya. Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar, sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik. Dengan udara yang  bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.
            Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil mengakibatkan kualitas udara menurun.
            Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan guna mengupayakan udara yang bersih. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.
            Diperlukan suatu perbaikan yang baik guna menghasilkan kualitas udara bersih tiap harinya. Maka diperlukan adanya lembaga yang menciptakan solusi yang tepat seiring perkembangan penduduk yang semakin padat.

1.2              Perumusan Masalah
            Perumusan masalah yang ada dalam penulisan makalah ini akan memaparkan masalah mengenai:
a.    Bagaimana pentingnya oksigen?
b.   Bagaimana akibat dari udara yang tidak bersih?
c.    Bagaimana langkah perbaikan lingkungan dari pengaruh perkembangan penduduk?

1.3              Tujuan Penulisan
            Tujuan penulisan yang ada dalam penulisan makalah ini akan memaparkan masalah mengenai:
a.    Untuk mengetahui definisi oksigen pada lingkungan
b.   Untuk mengetahui kualitas udara yang baik
c.    Untuk mengetahui perbaikan lingkungan udara bersih seiring perkembangan penduduk

















BAB II
ISI
2.1              Kebutuhan Oksigen
            Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar, sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik. Dengan udara yang  bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.

2.2              Udara Bersih
Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan.
Tanpa oksigen manusia tidak bisa hidup. Kurang lebih 90% dari energi hidup diproduksi oleh oksigen. Proses pembakaran energi kita memerlukan oksigen dalam jumlah besar untuk membuang sampah dan racun dari dalam tubuh. Bahkan kandungan oksigen untuk daerah perkotaan lebih rendah, sampai dengan 15% di beberapa kota, dan akan semakin rendah sejalan dengan tingginya polusi dan penggundulan hutan.

2.3              Kepadatan Penduduk
Semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.
Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.




















BAB III
KESIMPULAN
1 .         Oksigen adalah gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa yang mengisi 20% dari udara yang kita hirup (dan setidaknya setengah dari berat seluruh kerak bumi yang padat). Oksigen bergabung dengan sebagian besar unsur-unsur lain untuk membentuk oksida. Oksigen sangat penting untuk manusia, hewan dan tumbuhan.
2 .         Polusi udara adalah suatu kondisi dimana udara tercemari oleh bahan kimia, zat/partikel dan bahan biologis lain yang bisa membahayakan kesehatan dan makhluk hidup serta organisme lainnya. Polusi udara bisa mengakibatkan rusaknya lapisan atmosfer dan tercemarinya oksigen yang dibutuhkan oleh manusia.
3 .         Udara yang diharapkan bersih, nyaman dan sehat untuk dihirup justru malah terkotori oleh asap-asap yang penuh dengan racun. Apalagi jika ada kebakaran hutan yang sebabnya karena kelalaian atau kesengajaan seseorang membuang puntung rokok sembarangan, seperti yang kita lihat beberapa hari yang lalu di daerah luar jawa yang berbulan-bulan asap dari kebakaran hutan terus menjadi momok bagi masyarakat.
4 .         Diperlukan suatu perbaikan baik secara ilmiah dengan beberapa penelitian atau pun perbaikan sosial dengan mengkampanyekan penanaman pepohonan.





BAB IV
SARAN
1.                  Pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.
2.                  Salah satu perbaikan yang akan dilakukan pemerintah kota ada di beberapa contoh negara lain seperti pembangunan “Hutan Vertial” di China. Sebuah "hutan vertikal" segera dibangun untuk menyerap karbon dioksida kawasan Nanjing, sebuah kota yang paling parah terdampak polusi udara di Cina. Stefano Boeri, seorang arsitek asal Italia mengumumkan rencana membangun sebuah kompleks berisi dua menara yang akan menampung 1.000 buah pohon dan 2.500 tanaman merambat serta semak belukar yang dibiarkan tumbuh dari puncak gedung hingga balkon menara-menara tersebut. Menurut website Boeri, proyek yang tengah ditanganinya diharapkan mampu menyerap 25 ton CO2, serta menghasilkan 60 kilogram oksigen tiap harinya.
                                                                                         











DAFTAR PUSTAKA




















LAMPIRAN

Hutan Vertikal Pertama Asia Akan Dibangun di China
Read more ...

Rabu, 29 Maret 2017

Perbaikan Lingkungan Udara Bersih dari Pengaruh Perkembangan Penduduk

                Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya. Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar, sehingga kualitas udara terjaga dengan baik. Dengan udara yang  bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.

                Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.
                
                Tanpa oksigen manusia tidak bisa hidup. Kurang lebih 90% dari energi hidup diproduksi oleh oksigen. Proses pembakaran energi kita memerlukan oksigen dalam jumlah besar untuk membuang sampah dan racun dari dalam tubuh. Bahkan kandungan oksigen untuk daerah perkotaan lebih rendah, sampai dengan 15% di beberapa kota, dan akan semakin rendah sejalan dengan tingginya polusi dan penggundulan hutan.

Description: Image result for hutan vertikal                Semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.

                Diperlukan suatu perbaikan baik secara ilmiah dengan beberapa penelitian atau pun perbaikan sosial dengan mengkampanyekan penanaman pepohonan. Salah satu perbaikan yang akan dilakukan pemerintah kota ada di beberapa contoh negara lain seperti pembangunan “Hutan Vertial” di China. Hutan tersebut segera dibangun untuk menyerap karbon dioksida kawasan Nanjing, sebuah kota yang paling parah terdampak polusi udara di Cina. Stefano Boeri, seorang arsitek asal Italia mengumumkan rencana membangun sebuah kompleks berisi dua menara yang akan menampung 1.000 buah pohon dan 2.500 tanaman merambat serta semak belukar yang dibiarkan tumbuh dari puncak gedung hingga balkon menara-menara tersebut. Menurut website Boeri, proyek yang tengah ditanganinya diharapkan mampu menyerap 25 ton CO2, serta menghasilkan 60 kilogram oksigen tiap harinya.
Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates