Breaking News

Rabu, 29 Maret 2017

Perbaikan Lingkungan Udara Bersih dari Pengaruh Perkembangan Penduduk

                Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya. Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar, sehingga kualitas udara terjaga dengan baik. Dengan udara yang  bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.

                Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.
                
                Tanpa oksigen manusia tidak bisa hidup. Kurang lebih 90% dari energi hidup diproduksi oleh oksigen. Proses pembakaran energi kita memerlukan oksigen dalam jumlah besar untuk membuang sampah dan racun dari dalam tubuh. Bahkan kandungan oksigen untuk daerah perkotaan lebih rendah, sampai dengan 15% di beberapa kota, dan akan semakin rendah sejalan dengan tingginya polusi dan penggundulan hutan.

Description: Image result for hutan vertikal                Semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.

                Diperlukan suatu perbaikan baik secara ilmiah dengan beberapa penelitian atau pun perbaikan sosial dengan mengkampanyekan penanaman pepohonan. Salah satu perbaikan yang akan dilakukan pemerintah kota ada di beberapa contoh negara lain seperti pembangunan “Hutan Vertial” di China. Hutan tersebut segera dibangun untuk menyerap karbon dioksida kawasan Nanjing, sebuah kota yang paling parah terdampak polusi udara di Cina. Stefano Boeri, seorang arsitek asal Italia mengumumkan rencana membangun sebuah kompleks berisi dua menara yang akan menampung 1.000 buah pohon dan 2.500 tanaman merambat serta semak belukar yang dibiarkan tumbuh dari puncak gedung hingga balkon menara-menara tersebut. Menurut website Boeri, proyek yang tengah ditanganinya diharapkan mampu menyerap 25 ton CO2, serta menghasilkan 60 kilogram oksigen tiap harinya.
Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates