Setiap makluk hidup membutuhkan
oksigen untuk pernapasan. Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga
membutuhkan oksigen untuk kehidupanya. Manusia memperoleh oksigen yang
dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar,
sehingga kualitas udara terjaga dengan baik. Dengan udara yang bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.
Udara
bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih
banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin
banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan
kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin,
solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi.
Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida
nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan
akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.
Tanpa
oksigen manusia tidak bisa hidup. Kurang lebih 90% dari energi hidup diproduksi
oleh oksigen. Proses pembakaran energi kita memerlukan oksigen dalam jumlah
besar untuk membuang sampah dan racun dari dalam tubuh. Bahkan kandungan
oksigen untuk daerah perkotaan lebih rendah, sampai dengan 15% di beberapa
kota, dan akan semakin rendah sejalan dengan tingginya polusi dan penggundulan
hutan.
Semakin
tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena
itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman
pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai
hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.
Diperlukan
suatu perbaikan baik secara ilmiah dengan beberapa penelitian atau pun perbaikan
sosial dengan mengkampanyekan penanaman pepohonan. Salah satu perbaikan yang akan
dilakukan pemerintah kota ada di beberapa contoh negara lain seperti
pembangunan “Hutan Vertial” di China. Hutan tersebut segera dibangun untuk menyerap karbon dioksida
kawasan Nanjing, sebuah kota yang paling parah terdampak polusi udara di Cina.
Stefano Boeri, seorang arsitek asal Italia mengumumkan rencana membangun sebuah
kompleks berisi dua menara yang akan menampung 1.000 buah pohon dan 2.500
tanaman merambat serta semak belukar yang dibiarkan tumbuh dari puncak gedung
hingga balkon menara-menara tersebut. Menurut website Boeri, proyek yang tengah
ditanganinya diharapkan mampu menyerap 25 ton CO2, serta menghasilkan 60 kilogram
oksigen tiap harinya.