BAB
1
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Pada
jaman modern sekarang ini semua dituntut serba cepat, Hal ini dikarenakan
semakin bertambahnya jumlah populasi penduduk didunia, perkembangan teknologi
dan pembangunan yang ada disegala bidang juga berlangsung dengan cepat. Suatu
perusahaan dibidang jasa maupun manufaktur harus mampu memberikan pelayanan
yang cepat serta terbaik sesuai dengan keinginan pelanggan untuk memenuhi
kebutuhannya mengingat akan jumlah populasi yang banyak tersebut. Jasa
merupakan sektor ekonomi yang berkembang secara cepat dan jasa merupakan sektor
ekonomi terbesar dalam masyarakat maju (Heizer, 2004). Di Indonesia sendiri,
pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi diikuti dengan pertumbuhan sektor jasa
dan diiringi oleh pertumbuhan tenaga kerja di sektor tersebut. Sejak tahun
2011, kontribusi sektor jasa terhadap total lapangan kerja, lebih besar
dibandingkan dengan kontribusi sektor tradable (Bappenas, 2012).
Perkembangan
perekonomian yang semakin cepat pada era globalisasi sekarang ini, membuat kita
sadar bahwa kecepatan dan kelemahan waktu sangatlah penting, dimana kemajuan
teknologi yang membuat kita merasa ingin serba praktis dan efisien. Kota-kota
besar di Indonesia yang jumlah penduduknya juga besar dalam kehidupan
sehari-hari sering dijumpai masalah antrian dalam sistem jasa pelayanan, baik
pada lembaga pemerintah maupun lembaga swasta. Antrian timbul karena banyaknya
individu yang membutuhkan jasa pelayanan pada waktu yang bersamaan. Sistem antrian
dalam kehidupan nyata akan dapat kita temui seperti pada antrian pembelian
tiket kereta api, pembelian tiket bioskop, deretan mobil yang mengantri di
pintu tol, antrian teller bank, antrian pembelian bahan bakar di SPBU dan
sebagainya.
Seperti
antrian SPBU yang berlokasi di Jalan Akses UI, Kelapa Dua, Depok. Merupakan salah
satu pengisian bahan bakar untuk kendaraan, dimana setiap harinya banyak
masyarakat yang melakukan pengisian bahan bakar seperti premium, pertalite,
pertamax, dan solar, karena SPBU sangatlah dibutuhkan masyarakat. Untuk mendapatkan
jasa pelayanan dalam pembelian bahan bakar minyak, tidak jarang masyarakat harus
mengantri terlebih dahulu sebelum memasuki sistem pelayanan. Agar tidak terjadi
antrian yang terlalu panjang untuk memasuki sistem pelayanan, maka diperlukan
peningkatan pelayanan untuk meminimalkan waktu rata-rata kendaraan menunggu
dalam antrian dan sistem pelayanan.
Oleh sebab itu, untuk mengevaluasi
dan memperbaiki sistem pelayanan di SPBU maka dilakukan analisis dengan
pendekatan simulasi. Sistem pelayanan SPBU direpresentasikan ke dalam model
lalu dilakukan simulasi. Kemudian hasil simulasi tersebut dianalisis dan
dilakukan perbaikan dengan cara mengembangkan model awal ke dalam beberapa
skenario alternatif dan dipilih solusi yang terbaik.
2. Rumusan
Masalah
Semakin banyaknya masyarakat yang
datang pada waktu-waktu tertentu membutuhkan jasa pelayanan pada waktu yang
bersamaan, maka akan menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam hal terjadi
antrian yang terlalu panjang untuk memasuki sistem pelayanan. Masalah tersebut diperlukan
evaluasi dan perbaikan pada sistem pelayanannya.
- Apa saja yang menjadi faktor-faktor antrian SPBU terjadi antrian yang panjang?
- Mengapa diperlukan evaluasi sistem pelayanan di di SPBU Jalan Akses UI Kelapa Dua Depok?
- Bagaimana mengetahui cara pengumpulan data yang baik dan benar?
- Bagaimana memodelkan sebuah sistem pelayanan antrian di SPBU Jalan Akses UI Kelapa Dua Depok?
- Bagaimana didapatkan solusi yang terbaik, apabila terdapat kekurangan dari sistem sebelumnya?
3. Tujuan
1. Mengetahui dan memahami sebuah
sistem serta mensimulasikannya
2. Menganalisa sebuah sistem dengan
menggunakan software Promodel
3. Mengetahui kinerja sistem
antrian yang ada pada proses transaksi pengisian bahan bakar saat jam sibuk.
4. Memberikan solusi yang terbaik,
apabila terdapat kekurangan dari sistem sebelumnya
4. Batasan
1. Penelitian
dilakukan di SPBU Jalan Akses UI Kelapa Dua Depok
2. Penelitian
hanya dilakukan pada pelayanan bahan bakar jenis premium untuk sepeda motor
3. Distribusi data
antrian diasumsikan tetap selama 2 jam waktu pengamatan
4. Pelaksanaan penelitian dilakukan
pada jam 16.00 sampai dengan jam 18.00 dikarenakan pada waktu tersebut banyak
para konsumen yang pulang kerja.
5. Frekuensi kedatangan tempat
antrian diasumsikan sebanyak 1 orang dengan menggunakan FIFO