BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Manusia
sebagai makluk hidup membutuhkan oksigen untuk kehidupanya. Manusia memperoleh
oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang
tidak tercemar, sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik. Dengan udara
yang bersih akan diperoleh pernapasan
yang sehat.
Udara
bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih
banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin
banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan
kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil mengakibatkan kualitas
udara menurun.
Oleh
karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman
pepohonan guna mengupayakan udara yang bersih. Selain sebagai penyejuk dan
keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat
pencemaran udara.
Diperlukan
suatu perbaikan yang baik guna menghasilkan kualitas udara bersih tiap harinya.
Maka diperlukan adanya lembaga yang menciptakan solusi yang tepat seiring
perkembangan penduduk yang semakin padat.
1.2
Perumusan
Masalah
Perumusan
masalah yang ada dalam penulisan makalah ini akan memaparkan masalah mengenai:
a.
Bagaimana pentingnya
oksigen?
b.
Bagaimana akibat dari
udara yang tidak bersih?
c.
Bagaimana
langkah perbaikan lingkungan dari pengaruh perkembangan penduduk?
1.3
Tujuan
Penulisan
Tujuan
penulisan yang ada dalam penulisan makalah ini akan memaparkan masalah
mengenai:
a. Untuk mengetahui definisi oksigen pada lingkungan
b. Untuk mengetahui kualitas udara yang baik
c. Untuk mengetahui perbaikan lingkungan udara bersih
seiring perkembangan penduduk
BAB II
ISI
2.1
Kebutuhan Oksigen
Setiap
makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Demikian pula manusia
sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya.Manusia
memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati
udara yang tidak tercemar, sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik. Dengan
udara yang bersih akan diperoleh
pernapasan yang sehat.
2.2
Udara Bersih
Udara bersih merupakan
kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak
mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak
oksigen yang diperlukan.
Tanpa oksigen manusia tidak
bisa hidup. Kurang lebih 90% dari energi hidup diproduksi oleh oksigen. Proses
pembakaran energi kita memerlukan oksigen dalam jumlah besar untuk membuang
sampah dan racun dari dalam tubuh. Bahkan kandungan oksigen untuk daerah
perkotaan lebih rendah, sampai dengan 15% di beberapa kota, dan akan semakin
rendah sejalan dengan tingginya polusi dan penggundulan hutan.
2.3
Kepadatan Penduduk
Semakin tinggi kepadatan
penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Bertambahnya pemukiman, alat
transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak
bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara
semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar
seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa
itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.
Oleh karena itu pemerintah
kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai
penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan
tingkat pencemaran udara.
BAB III
KESIMPULAN
1 . Oksigen
adalah gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa yang mengisi 20% dari
udara yang kita hirup (dan setidaknya setengah dari berat seluruh kerak bumi
yang padat). Oksigen bergabung dengan sebagian besar unsur-unsur lain untuk
membentuk oksida. Oksigen sangat penting untuk manusia, hewan dan tumbuhan.
2
. Polusi udara adalah suatu kondisi
dimana udara tercemari oleh bahan kimia, zat/partikel dan bahan biologis lain
yang bisa membahayakan kesehatan dan makhluk hidup serta organisme lainnya.
Polusi udara bisa mengakibatkan rusaknya lapisan atmosfer dan tercemarinya
oksigen yang dibutuhkan oleh manusia.
3 . Udara
yang diharapkan bersih, nyaman dan sehat untuk dihirup justru malah terkotori
oleh asap-asap yang penuh dengan racun. Apalagi jika ada kebakaran hutan yang
sebabnya karena kelalaian atau kesengajaan seseorang membuang puntung rokok
sembarangan, seperti yang kita lihat beberapa hari yang lalu di daerah luar
jawa yang berbulan-bulan asap dari kebakaran hutan terus menjadi momok bagi
masyarakat.
4 . Diperlukan
suatu perbaikan baik secara ilmiah dengan beberapa penelitian atau pun
perbaikan sosial dengan mengkampanyekan penanaman pepohonan.
BAB IV
SARAN
1.
Pemerintah
kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai
penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan
tingkat pencemaran udara.
2.
Salah satu perbaikan
yang akan dilakukan pemerintah kota ada di beberapa contoh negara lain seperti
pembangunan “Hutan Vertial” di China. Sebuah "hutan vertikal" segera
dibangun untuk menyerap karbon dioksida kawasan Nanjing, sebuah kota yang paling
parah terdampak polusi udara di Cina. Stefano Boeri, seorang arsitek asal
Italia mengumumkan rencana membangun sebuah kompleks berisi dua menara yang
akan menampung 1.000 buah pohon dan 2.500 tanaman merambat serta semak belukar
yang dibiarkan tumbuh dari puncak gedung hingga balkon menara-menara tersebut.
Menurut website Boeri, proyek yang tengah ditanganinya diharapkan mampu
menyerap 25 ton CO2, serta menghasilkan 60 kilogram oksigen tiap harinya.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

